اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ مِلْءَ الدُّنْيَا وَمِلْءَ الآخِرَةِ وَارْحَمْ مُحَمَّداً وَآلَ مُحَمَّدٍ مِلْءَ الدُّنْيَا وَمِلْءَ الآخِرَةِ وَاجْزِ مُحَمَّداً وَآلَ مُحَمَّدٍ مِلْءَ الدُّنْيَا وَمِلْءَ الآخِرَةِ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ مِلْءَ الدُّنْيَا وَمِلْءَ الآخِرَةِ
Minggu, 02 Oktober 2011
مُحَمَّدْ نَبِيْنَا دِيْنْ نُوْرُ وَاهْدِيْناَ # مِنْ مَّكَّةْ حَبِيْبِ نُوْرُ صَفَى فِى الْمَدِيْنَةْ


مُحَمَّدْ نَبِيْنَا دِيْنْ نُوْرُ وَاهْدِيْناَ # مِنْ مَّكَّةْ حَبِيْبِ نُوْرُ صَفَى فِى الْمَدِيْنَةْ
فَصَى فُؤَدِى رَبْتُ حَيَتِى # مَسْنَدُ الْحَيَاةِ عِنْدَ كِبَرِى
اَنْتَ حَبِيْبىِ وِانْتَ مَرْجُوِى # بُنَيَّ بُنَيَّ جَمْعُ السُّرُوْرِ
صَلَاةُ الله سَلاَمُ الله عَلىَ طَهَ رَسُوْلِ الله
صَلاَةُ الله سَلَامُ الله عَلىَ يس حَبِيْبِ الله
اَللَّهُمَّ صَلِّى وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ وَ مَوْلَانَا مُحَمَّدْ
دَعُوْنىِ دَعُوْنىِ اُناَجِى حَبِيْبىِ # وَلَا تَعْذُ لُنِى فَعَدْ لِ حَرَامْ
تَعَلَّمْ بُكَايَا وَنُوْحْ يَا حَمَامْ # سَكَرْتُ بِجَهْرِ الْحَوَى وَالْغَرَامْ
UIN Malang
UIN Malang
Oh engkau tempatku menuntut Ilmu
Aku pergi ke tempat kuliah mencari ilmu
Aku bersabar meski aku memiliki kekuranganku
Satu tanganku terluka aku tetap menuntut ilmu
Aku tak bisa mencari ilmu ke tempat selain itu
Saat itu aku mencari tempat teduh bernama kampus
Yang mana aku bisa menuntut ilmu agar aku tidak bodoh
Dan hampa otakku diisi kebisingan dunia yang tak berilmu
Aku bosan dengan itu semua sehingga aku berdo’a
Dan berharap agar aku mampu menuntut ilmu
Walau aku tak kuasa menahan rasa sakitku
Yang Allah berikan kepadaku namun aku tetap bersabar
Agar aku tetap mau melangkah menuntut ilmu untukku
Aku berdo’a semoga aku sabar dalam menuntut ilmu
Yang aku tak mampu menuntutnya sendiri dalam diriku
Aku kini menyesali mengapa aku dahulu tidak bisa lulus
Dengan gelar sarjana yang memuaskan hatiku dan jiwaku
Kini jiwaku berharap dan berusaha agar bisa meraih ilmu
Yang banyak dari alam dan ‘Ulama’ di sekitarku
Apakah aku mampu memecah kebodohan hatiku
Sementara ada ‘Ulama zaman dahulu mampu
Untuk memecah kekerasan hatinya yang keras membatu
Sehingga tidak banyak ilmu yang dia dapatkan
Namanya Ibnu Hajar Al Asqolani dan Imam Nawawi
Disamping itu ada juga ilmu ilmu agama yang lain
Agar aku tidak bosan dengan duniaku yang bodoh
Dan menjadi tahu dan mengerti akan dunia dan akhiratku
Kini aku bisa memahami apa yang kurang dariku
Aku mau belajar lagi dengan sungguh sungguh
Aku berucap Astaghfirullah atas kebodohanku
Yang jumlahnya sekian banyak dan tak terhitung
Dengan jemariku semua, semoga Allah menyembuhkan
Atas kebodohanku yang kuderita aku jadi terbawa syetan
Yang ingkar pada Allah yang Maha Berilmu dan Maha Tahu
Semoga aku tidak ingkar atas keMaha Tahuan Nya
Aku tidak bisa menjangkau semua alam Nya yang luas
Dan aku akan tetap bodoh atau aku akan menjadi tahu
Aku tetap berdo’a agar aku manjadi orang yang berpengetahuan
Seperti orang tuaku dan kakek nenekku yang berilmu
Dan mengajarkan ilmu kepada yang tidak tahu
Siapa yang kurang ilmu maka akan menjadi orang yang berbahaya
Bagi dirinya sendiri atau orang lain untuk itu mereka pantas
Menjadi orang yang mengerti akan keselamatan dan kebaikan
Mengerti juga akan petunjuk yang diberikan Allah kepada kita semua
Jangan khawatir bahwa ilmu akan habis karena ilmu Allah Maha Luas
Dan tak akan habis meski namanya ditulis dengan tinta sebanyak tiga kali lautan bumi
Tiga kali itu masih tidak cukup untuk semua namaNya
Selamat, atas kita semua dengan Allah Yang Maha Selamat
Sungguh Allah Maha Adil, serta Maha Tahu atas segala ciptaanNya
Syetan dan Perbuatannya
Syetan datang membawa :
1. rasa letih,
2. payah,
3. susah,
4. derita,
5. tawarkan dosa,
6. benci
7. hina
8. bahaya
9. duka
10. dengki
11. iri hati
12. iblis
13. sakit
14. dendam
15. marah
16. fitnah
17. amarah
18. cela
19. kerusakan
20. ketidak warasan
21. gila
22. neraka
23. kufur pada Allah
24. ingkar
25. nafsu
Cara Melawan Syetan adalah ingat pada Allah, sebab hati yang dekat dengan syetan akan senantiasa menjauh dari Allah. Seperti lupa akan adanya Allah membawa derita dan payah yang tidak karuan, tidak jelas dan marah juga adalah rasa yang diberikan oleh syetan. Syetan senantiasa membisikkan cinta akan dunia, pangkat, dan rasa tidak rela atau tidak ikhlas pada amal kita, sehingga ridlo dari Allah tidak datang pada kita. Syetan mengajak manusia untuk melawan orang tua kita, agar kita tidak berhasil dan gagal sehingga kita putus asa atas usaha kita. Jika kita sudah putus asa maka syetan akan menang melawan kita, jika terus dibiarkan maka akan membuat kita frustasi. Syetan bahkan meniupkan syahwat kita untuk berbuat maksiat dan membuat dosa, juga mengajak kita untuk mubadzir atauberlebiha. Membuat kita putus asa untuk ingat pada Allah, sehingga kita tidak bisa mengenal Allah dan tidak mengenal diri kita sendiri. Setiap hembusan nafas kita diatur oleh Allah dan membuat kita bernafsu dan tidak berdaya apa apa, kita makhluk yang lebih mulia dari makhluk Allah yang lain.
Kebodohan juga adalah bisikan syetan, senantiasa mengajak orang yang memiliki waktu luang untuk lupa pada Allah SWT. Membisikkan hasrat kepada manusia untuk mencari siksa, dan pedih dan juga racun hidup, agar kita tidak ingat pada kesucian kita yang telah dibuat oleh Allah untuk kita. Melawan syetan amat susah, dan sulit seperti yang dialami oleh Nabi Adam bersama Siti Hawa utnuk memakan buah khuldi, yang dibisikkan syetan dengan cara yang halus dan lembut. Seolah olah itu adalah buah yang membuat mereka hidup abadi, padahal malah membuat Nabi Adam ASW dan Siti Hawa terusir dari Surga dan membuat Syetan sendiri terusir juga dari Surga dan dari barisan Malaikat. Apa yang diciptakan oleh Allah adalah ujian bagi kita, apakah kita akan menjadi baik atau buruk, akan baik kalau kita menuruti Allah dan akan jelek kalau kita melawan Allah.
Hasrat yang kita miliki di dunia ini ada takarannya sendiri, kita tidak bisa menambahinya atau menguranginya. Kita tidak suka berlebihan dan kekurangan, akan baik jika kita sedang sedang saja. Bersyukur adalah cara kita ingat pada Allah dan merupakan yang disukai oleh Allah, walau di dunia ini hanya sebentar saja kita seolah kita numpang lewat saja. Apa yang kita pikirkan kita rasa di dunia ini hanya sebentar saja adanya, tak akan ada yang abadi di dunia ini. Sebentar kita makan kemudian habis lalu kita minum dan kemudian kita lelah karena makan, setelah itu kita bersyukur memujiNya atas nikmat yang baru saja kita makan. Memohon ma’af atas dosa yang kita lakukan sepanjang waktu kita adalah baik dan dianjurkan, agar kita bisa menjadi hamba yang pemaaf karena belajar meminta maaf. Maaf yang datang dari diri kita untuk kita sendiri akan baik bagi kita karena kita menjadi mau memaafkan kesalahan kita sendiri akan memaafkan kesalahan orang lain.
Setia pada Allah adalah berbuat baik secara Istiqamah dan berkelanjutan akan membuat kita menjadi mulia, karena amal itu tidak putus di tengah jalan. Bersiap untuk menyelamatkan diri kita dari tipu daya kita sendiri dan tipu daya syetan, agar cela dan keburukan kita dapat diselamatkan. Sesaat saja kita memaafkan diri sendiri akan baik bagi diri kita sendiri, mengingat kebaikan hingga kita dapat berbuat baik terus tanpa putus. Hamba Allah yang baik adalah hamba yang selalu ingat pada Allah, dan menjauhi lupa pada Allah akan menyenangkan kita dan mengundang senyum. Senyum yang kita wujudkan akan beroleh hasil surga yang nikmat, senantiasa senyum adalah senantiasa shodaqoh menanam kebaikan pada diri kita dan mereka yang lain. Mendidik diri sendiri agar berbuat baik,berbuat baik pada diri yang selalu kekurangan akan nikmat dari Allah SWT. Tidak pernah putus asa untuk mendapatkan karunia dari Allah, dan berperasangka baik pada diri sendiri.
Percaya bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Hidup, dan tidak pernah mati yang membuat kita selalu hidup. Tidak percaya pada syetan adalah hamba Allah yang baik, dan lebih percaya kepada Allah dan Malaikat. Malaikat akan senantiasa menyenangkan kita walau sudah lupa pada diri dan keharibaan Allah senantiasa menyambung tali silaturrahmi, maka kita tidak akan putus salam. Jangan percaya dan suka pada kesulitan karena kesulitan adalah bisikan syetan, yang mengajak kepada keburukan dan maksiat atau kesusahan. Melawan syetan yang ada pada diri kita sendiri akan membuat kita ikhlas untuk beramal, dan berbuat baik selama kita mampu dan bisa melakukannya. Allah mencintai kita kalau kita suka menyembahnya, bukan menyekutukannya dengan manusia yang setinggi apapun derajatnya. Menyayangi sesame kita adalah perbuatan yang
Shalawat

Shalawat dan salam juga berkah dari Allah SWT semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah ditugaskan untuk mrnyebarkan agama Islam kepada semua ummat manusia, dengan mukjizatnya yakni Al Qur’an. Dengan Al Qur’an Allah memberikan petunjuk kepada Nabi SAW, agar senantiasa beliau ingat akan petunjukNya, dan sesuai aturanNya. Beliau selalu mengerjakan perintahNya dengan rasa takut kepadaNya, agar beliau senantiasa menjadi ahli ta’at kepadaNya.
Allah SWT selalu menjadi pelindung bagi baginda Nabi Muhammad SAW, agar selalu terhindar dari rasa jahat dan rasa dengki dan benci kepada sesamanya. Nabi Muhammad SAW selalu berdo’a agar beliau dalam mengerjakan perintahNya selalu dilindungi olehNya, dan selalu ta’at padaNya agar beliau menjadi ahli surga dan tanpa menghindariNya. Allah SWT selalu menjaga Rasul dari rasa dengki dan rasa marah, sehingga beliau terbebas dari rasa jahat yang membuatnya hina. Beliau dalam setiap harinya selalu membaca istighfar 70 kali agar Allah SWT selalu mengampuninya dan terbebas dari rasa dosa karena beliau berbuat dosa maka Allah akan mema’sumkannya, karena beliau adalah Nabi akhir zaman. Salam untuk para Nabi pendahulunya selalu beliau mohonkan agar beliau selalu ditemani oleh para Rasul sebelumnya, yang terlah menjadi pendahulunya. Senantiasa beliau berharap agar ummatnya berbuat kebajikan dan amal sholeh, agar ummatnya selamat dari gngguan syetan dan masuk neraka akibat berbuat dosa.

Beliau selalu menyampaikan perintah – perintah Allah agar selalu ummatnya berbuat amal sholaeh, dan masuk ke dalam surga yang abadi. Tempat awal mula manusia adalah di Surga dan akan berakhir di Surga pula. Untuk itu Allah dalam Al Qur’an selalu memohon dan mengharap agar hambaNya senantiasa ta’at kepadaNya, dan ta’at kepada RasulNya dan para pemimpin diantara manusia. Semoga Allah selalu menjadikan kita ta’at kepadaNya agar senantiasa terjaga dari dosa dan rasa tidak benar, karena segala kebenaran adalah milik Allah SWT.
Allah Maha Melihat, Dia melihat segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi dan diantara keduanya. Selama kita mau membaca Al Qur’an kita InsyaAllah akan dilindungi oleh Allah dari segala perbuatan yang terlarang olehNya dan perbuatan yang ta’at kepada Syetan ‘Alaihi la’natullah. Sehari kita membaca Al Qur’an saja kita akan diberi jaminan untuk masuk surga, oleh karena itu kita sebaiknya suka membaca Al Qur’an agar nanti bisa masuk surga.
Surga adalah tempat dimana Nabi Adam ASW diciptakan dan tempat pertama kali Nabi Adam ASW hidup, bersama sang kekasih dan istri beliau Siti Hawa. Siti Hawa adalah istri Nabi Adam yang diciptakan Allah dari tanah juga dan dari tulang sulbi Nabi Adam ASW, dan kemudian beliau dan istri beliau menempati bumi dunia. Karena Nabi Adam ASW dan Istrinya memakan buah terlarang yakni buah Khuldi, yang dilarang oleh Allah untuk memakannya. Dalam Al Qur’an juga dicantumkan bahwa Allah melarang Nabi Adam ASW dan Siti Hawa untuk memakan buah tersebut, namun akan tetapi Nabi Adam terbujuk oleh rayuan Syetan. Syetan membujuk Nabi Adam dan Siti Hawa untuk memakan buah tersebut, hingga akhirnya mereka berdua memakan buah tersebut.
Dan setelah Allah melarang mereka berdua, perintah Allahpun dilanggar oleh keduanya yang menjadi Manusia pertama yang Allah ciptakan dari Surga. Akhirnya mereka berdua di usir oleh Allah SWT dari Surga, dan Nabi Adam menangis tersedu sedu karena melakukan dosa tersebut bersama Siti Hawa. Sebagai balasannya Allah membawa mereka berdua ke dalam dunia ini ke planet ini bernama bumi, sehingga mereka berdua terusir dari surga yang abadi menuju dunia yang hina ini.
Orang yang Beriman
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (Al Qur’an Surat Al Hujurat Ayat 15 )
Berjihad adalah kewajiban bagi setiap ummat Islam untuk membentuk agama yang baik, agar umat Islam tidak terbawa oleh perputaran dunia yang membingungkan. Agar umat manusia mendapat dan memperoleh keselamatan yang layak mereka dapatkan selama mereka berjuang untuk agama Allah SWT yang benar, seharusnya setiap umat Islam tidak pasrah pada apa yang terjadi tanpa adanya perjuangan untuk menyelamatkan manusia dari jurang api neraka. Allah SWT berharap kepada hambaNya agar tidak terbawa begitu saja pada apa saja yang terjadi tanpa ada perjuangan, hingga semuanya roboh umat Islam ikut roboh. Roboh pada hal ini adalah robohnya benteng Islam yang bermanfaat bagi umat manusia, sehingga orang orang kafir bisa dengan mudah membuyarkan umat Islam (Na’udzu Billahi Min Dzalik). Semoga Allah menguatkan perjuangan kita umat Islam dengan semangat pantang menyerah dan tidak mudah putus asa, semangat perjuangan kita tidak akan berhenti pada saat ini saja. Nanti akan diteruskan oleh generasi penerus kita, yang akan diberikan oleh Allah dengan jalan yang benar dan perjuangan yang tanpa henti.
Keselamatan umat manusia adalah jaminan mereka masuk ke dalam surga, karena surga yang diberikan oleh Allah hanya untuk yang selamat saja. Sesungguhnya syetan bagi manusia adalah musuh yang nyata. Kita berjuang jangan dilandasi karena ingin mendapat posisi yang menyenangkan saja, tapi juga surga yang diberikan oleh Allah dengan selamat tanpa ada yang lain. Semangat kita bekerja hendaknya kita landasi sebagai jihad kita di jalan Allah SWT, jangan berharap kepada yang tidak benar seperti bersandar pada Syetan. Suara yang benar adalah suara yang keluar dari bacaan kalam Allah, jangan asal bicara saja kita bertindak. Meski manusia suka untuk saling membunuh kata Malaikat namun Allah lebih tahu dari Malaikat, Malaikat hanya ciptaan Allah yang sering melaksanakan perintahNya dan selalu tidak pernah merasa lelah atas tugas yang diberikan oleh Allah SWT.
Jika kita Dzalim kita akan sering menempatkan sesuatu pada tempatnya yang tidak benar, melupakan tanggung jawab dan membawa tanggung jawab yang bukan miliknya. Jika membawa yang bukan tanggung jawabnya maka tanggung jawab orang tersebut akan dibawa oleh yang tidak bertanggung jawab. Hal ini merupakan hal yang berlebihan dan mubadzir, dan tak berguna bahkan menyimpang dari aturan dasar sebuah tanggung jawab. Mereka mencuri akan dihukum cambuk oleh yang berhak memberi hukuman, hingga orang tersebut menyelesaikan kebiasaan buruknya.
Selamatlah Bangsa Eropa bersama langit birumu
Eudes dan bala tentaranya dari 2 sudut dan satu bentengnya, membuatku tersudut dan tinggal aku sendirian. Mungkin ini akhir dari perjalanan Risalah yang dibawa ? meski kalah bertempur dan 375.000 pasukan muslim maati di medan perang di wilayah Toulouse, Perancis, sedang mereka awas selamatkah mereka ? semoga selamat mereka, Samh Al Khulani telah dating setelah Thariq Bin Ziyad. Kita tidak akan menyerah dengan keselamatan yang kita bawa dan kita sebarkan bersama, semoga kita senantiasa diselamtkan oleh Allah SWT. Imam Nawawi Damaskus pun mengingatnya bersama pasukan yang datang, dengan Wali Al Andalus yang kurasa sebagai kakekku sendiri. Kita datang dari Perancis harus hadir dengan membawa keselamatan, kita harus yakin kita akan selamat karena Keselamatan hanya datang dari pada Nya. Penuh gunung dan sudah lima kota saat itu telah dikuasai oleh pasukan Muslim dari Andalusia (Spanyol dan Portugal) menuju ke Perancis (Pirenia), Selamatlah bangsa Pirenia engkau bersama para Syuhada’ zaman itu hingga sekarang dan nanti.
Assalmu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh, ucapan itu yang diucapkan untuk negeri biru langit di sana. Aku tidak mampu menaklukkan negeri itu tanpa keselamatan lagi dan terus, selamat sejahtera untukmu wahai langit biru yang indah yang manusia hanya bisa memandang dan terkesima sambil menyukurinya. Semoga kita selamat dalam perjalanan kita melintasi langit biru, yang besar cinta kita pada langit biru tak pernah padam hingga kita bersua dengannya selamanya. Tidak akan selamat kalau tidak ingat dan lupa akan membawa duka yang mendalam juga salah mohon ma’af atasmu, dan negeri di atas sana yang biru menjadi darah biru yang mulia.
Langganan:
Postingan (Atom)