Kamis, 13 Oktober 2011

Ya Hayyu Ya Qayyum

           Kalimat yang menjadi judul dari tulisan ini adalah kalimat mustajab dari seorang Kiyai guruku, namanya adalah KH. Mashduqi Mahfudz yang menjadi pendiri Pondok Pesantren Nurul Huda di Mergosono Malang. Beliau adalah seorang kiyai yang amat tekun mengajar kitab salaf, karena memang pondok pesantren beliau adalah pondok pesantren yang berbasis di dunia Salafiyah Syafi'iyah. Semoga Allah selalu membimbing kita kepada jalan Nya Yang Maha Agung, agar senantiasa kita berada di jalanNya yang lurus dan tidak belok. Semoga Allah juga memberikan kepada pondok tersebut ilmu Nya yang tidak terhingga dan Mah Luas, sebab dengan berdo'a selain kita berusaha adalah jalan yang baik bagi keadaan pondok pesantren. 

             Pondok tersebut telah mememiliki alumni tua dan muda yang tak terbilang jumlahnya, hingga sekarang keberadaan pondok tersebut adalah penerang bagi kebodohan yang ada di daerah tersebut. Selama sekian lama waktu berdiri hingga sekarang berkembangnya, selalu ada saja para santri yang datang dan hendak menuntut ilmu agama atau diniyah di pondok tersebut. Selalu yang diajarkan beliau (Abah Mashduqi dan keluarganya termasuk Gus Mushtofa Bishri) adalah mendalami ilmu agama dan mengeruk ilmu agama yang bermanfaat bagi kehidupan kemanusiaan dan alam. Abah Mashduqi setiap kali mengajar kitab beliau selingi dengan cerita dan humor, agar para santri yang sedang belajar tidak bingung dan susah mengerti agama. 

          Agama Islam merupakan agam nenek moyang kita manusia, yang bermula dari satu orang dengan istrinya hingga turun temurun. Adam ASW adalah Nabi pertama sekaligus manusia pertama yang diciptakan Allah dari tanah lumpur, hingga Allah SWT menciptakan baginya seorang wanita pendamping hidup beliau bernama Siti Hawa. Allah menciptakan Siti Hawa berasal dari salah satu tulang Nabi Adam ASW, yaitu dari tulang sulbi atau rusuk Nabi Adam ASW. Maka dari itu kebanyakan wanita memiliki jalan hidup yang berbelok dan tidak tegas, dan suka bertanya kepada sang suami tentang apa saja. Allah bagi kita adalah Tuhan satu satunya yang tidak dapat disekutukan dengan siapapun juga, dan dengan apapun juga meskipun itu patung atau emas dan barang berharga lainnya. Allah memiliki Sifat, Dzat dan Nama yang agung yang mudah kita kenali lewat diri kita sendiri, untuk itu Allah menyukai kita berbuat yang mudah dan meninggalkan yang sulit. Perbuatan kita yang menyimpang adalah karena kehendak kita untuk memilih yang sulit, dan meninggalkan yang mudah.

"Berbuatlah yang mudah dan jangan berbuat yang sulit"
kalimat demikian hendaknya kita tegaskan terhadap diri kita, karena kehidupan di dunia ini selalu ada saja masalah yang sulit dan yang mudah untuk kita jalani. Sehingga kita tidak bingung dan susah kalau kita berusaha dalam segala hal, dengan yang mudah Allah memberi dengan yang susah Allah membenci.

Nabi Musa ASW pernah berdo'a kepada Allah SWT, demikian :

رب اشرحلى صدرى
ويسلى امرى
واحل العقدة من اللسانى 
يفقهوا قولى

Artinya :
"Tuhanku Lapangkanlah Dadaku
 Dan Mudahkanlah Urusanku
 Dan Mudahkanlah Ucapanku
 Agar Mereka Mengerti Ucapanku"

         Dari do'a di atas dapat kita mengerti dan pahami bahwa Nabi Musa ASW berharap kepada Allah SWT kemudahan bukan kesusahan, karena kesusahan selalu diberikan oleh Allah kepada hambaNya yang kufur dan tidak percaya atau tidak beriman. Do'a orang yang kafir atau tidak percaya kepada Allah adalah do'a yang menyesatkan diri mereka sendiri, seperti kebanyakan dalam isi Al Qur'an mengungkapkan bahwa orang kafir ingin mendapat adzab yang pedih dan berharap tentang kesulitan. Mereka selalu melawan Allah dengan jalan yang tidak benar seperti kejahatan, pencurian, perzinaan, kebohongan, penipuan, kesombongan, mendengar bisikan syetan dan iblis, melupakan Allah dan lain sebagainya. Mereka sangat dibenci oleh Allah, sehingga mereka tidak mendapat rahmat dan karunia dari Allah SWT. Banyak jalan yang mereka tempuh membuat mereka semakin putus asa  dari harapan mereka kepada Allah SWT, bahkan mereka juga membunuh para utusan Allah SWT agar kekufuran mereka tidak terhalangi oleh siapapun. Padahal Allah masih ada sebagai saksi atas perbuatan mereka, mereka suka berputus asa dan mengolok olok orang yang islam dan beriman.

           Apapun kesulitan yang kita miliki adalah cobaan dari Nya, bukan sebagai impian namun sebagai cobaan atas diri kita agar kita bersabar atas cobaan tersebut. Allah Maha Memberi Petunjuk kepada siapa yang meminta petunjuk kepadaNya, petunjuk yang Allah berikan senantiasa bermanfaat bagi diri kita semua. Karena Allah Maha Penyayang maka Allah menyayangi kita semua manusia makhluk ciptaanNya, karena sayang tersebut Allah memberi kita zat hidup dalam seluruh tubuh kita ini. Bersyukur kepada Allah akan membuat kita semakin merasa disayangi oleh Allah SWT, juga berarti kita menjauh dari kebencianNya dan dari kekufuran. 

             Allah juga memiliki nama suci Al Hayyu yang berarti Allah Maha Hidup, dengan kemaha hidupanNya Allah menghidupkan kita semua dari kematian. Agar kita tidak mati maka kita disuruh ingat kepada Allah Al Hayyu, dan berharap hidup bersama makhluk hidup yang ada di sekitar kita.  Alam sekitar kita adalah alam yang hidup yang dihidupkan oleh Allah SWT, agar menjadi teman kita hidup dan memelihara kehidupan kita sesuai petunjuk petunjuk Nya.

             Allah memiliki nama suci Al Qayyum yang berarti Allah Maha berdiri dengan sendiriNya, Allah tidak berdiri dengan bantuan dzat lain selain diriNya. Allah tidak bergantung kepada selain Dia untuk berdiri dengan sendiriNya, untuk itu kita patut percaya kepadaNya Al Qayyum. Allah tidak bisa disamakan dengan makhluk yang tidak bisa berdiri dengan sendirinya, seperti kita tidur bangun karena kehendak Allah Al Qayyuumu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar